Setiap tahun, pada bulan Maret dan Juni, sepanjang 14 kilometer garis pantai Toyama Bay, di Jepang, akan berwarna biru saat malam menjelang. Pertunjukan cahaya elektrik ini tidak dibuat oleh tangan-tangan manusia, melainkan sebuah fenomena alam yang disebabkan oleh ribuan cumi bercahaya dikenal sebagai "Glowing Firefly".
Cumi-cumi Firefly atau Watasenia Scintillans, sebenarnya hidup di kedalaman 1.200 meter di bawah permukaan laut, tapi gelombang yang kuat selama bulan Maret dan Juni yang memaksa mereka naik ke permukaan.
Sebenarnya cumi-cumi Firefly hanya berukuran panjang tiga inci saja, namun seluruh tubuhnya ditutupi dengan photophores. Photophores yang paling besar hadir di sekitar mata dan di ujung tentakel mereka, sementara photophores yang kecil menutupi seluruh tubuh. Photophores inilah yang menghasilkan cahaya kimia sebagai bioluminescence cumi-cumi itu. Kunang-kunang juga memiliki photophores yang sama, sehingga cumi-cumi ini sering diberi nama "Cumi Kunang-kunang".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar